Kamis, 07 Januari 2010

Kamu Perlu Tahu...penting nech

Maasyiral muslimin rahimakumullah!

Dalam sebuah hadis yg diriwayatkan oleh Bukhari disebutkan bahwa ketika meletus Perang Badar Rasulullah saw. berada dalam kubahnya dan berdoa “Ya Allah sesungguhnya saya mengingatkan janji-Mu ya Allah jika Engkau menghendaki niscaya Engkau tidak akan disembah setelah hari ini selama-lamanya.” Abu Bakar kemudian memegang tangan Rasulullah saw. dan berkata “Cukup Engkau ya Rasulullah Engkau telah mendesak Allah Engkau telah mendesak Rab saat itu Rasulullah saw. menggunakan baju besi. Kemudian beliau keluar dan membacakan ayat yg artinya ‘Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya hari kiamat itulah hari yg dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lbh dahsyat dan lbh pahit’.” .

Maasyiral muslimin rakhimakumullah!

Ingatlah sesungguhnya kekalahan itu tidak akan turun kepada orang-orang mukmin yg benar tetapi ia akan turun kepada orang yg menentang Allah dan sombong kepada-Nya. Kekalahan itu akan turun kepada orang-orang munafik yg memerangi Allah Tabaraka wa Taala. Ingatlah bahwa umat Islam tidak akan tinggi kecuali satu bendera yg ditulis kalimat Laa ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah. Meskipun peristiwa sebelum ataupun sesudah perang telah berubah ia tetap berpegang teguh kepada prinsip meskipun peristiwa telah berubah. Ingatlah bahwa kondisi kita pada hari ini tidak diridai Allah dan Rasul-Nya kita hampir tidak mempercayai bahwa kalau umat ini adl umat Muhamad. Apakah ini umat yg bertauhid? Apakah ini umat Islam? Bila engkau berkunjung ke makam Muhammad saw. dan engkau melihat tempat tinggal yg besar air matamu mengalir krn kewibawaan Rasululullah di antara dinding dan kamar-kamar. Maka katakanlah kepada Rasulullah “Wahai sebaik-baik utusan aku memberi tahu kepadamu akan kerugian yg tengah terjadi. Rakyatmu di timur dan barat bagaikan ashabul kahfi. Mereka memiliki keimanan serta dua cahaya Quran dan sunah maka bagaimanakah keadaaan mereka bila tidak ada cahaya?” Maasyiral muslimin rakhimakumullah!Seorang sahabat besar Anas bin Nadhr r.a. tengah bersiap-siap pergi menuju Perang Uhud. Di tengah perjalanan ia berjumpa dgn sahabat besar lainnya Sa’ad bin Mu’adz yg bertanya kepadanya “Hendak ke manakah engkau Anas? Ia berkata “Saya hendak ke Uhud sesungguhnya saya mencium bau surga ada di Uhud.” “Hendak ke Uhud sesungguhnya di sana saya mencium bau surga.” Sebuah pernyataan yg keluar dari hati yg dipenuhi dgn rasa cinta kepada Allah SWT. Dari hati yg mengenal Allah. “Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yg Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya yg bersikap lemah-lembut terhadap orang yg mukmin yg bersikap keras terhadap orang-orang kafir yg berjihad di jalan Allah dan yg tidak takut kepada celaan orang yg suka mencela. Itulah karunia Allah diberikan-Nya kepada siapa yg dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” . Hendak kemanakah engkau wahai Anas? Hendak ke Uhud sesungguhnya di sana saya mencium bau surga. Sebuah jiwa yg penuh dgn ketenangan dan kebenaran. Sesungguhnya Allah telah mengajari mereka utk menjadi yg terbesar dari peristiwa yg tengah terjadi meskipun kayu bakar terasa amat panas musibah dan kesulitan terasa begitu berat. “Jika kamu mendapat luka maka sesungguhnya kaum itu pun mendapat luka yg serupa. Dan masa itu Kami pergilirkan di antara manusia ; dan supaya Allah membedakan orang-orang yg beriman dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yg zalim dan agar Allah membersihkan orang-orang yg beriman dan membinasakan orang-orang yg kafir. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yg berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yg sabar.” . Allah telah mengajari mereka agar menjadi yg terbesar dari hari-hari yg sulit. Sesungguhnya risalah Islam bukanlah sekadar kata-kata. Risalah Islam adl pendidikan pemusatan dan pengarahan. Bagaimana kita mendidik kaum lelaki bila kita lalai mendidik hati dan membangun jiwa? Untuk memasuki peperangan kita harus membangun hati kita. Dengarkanlah apa yg dikatakan Anas bin Nadhir r.a. Anas yg telah menorehkan sejarah dgn kedua lututnya dan meletakkan dunia di bawah kedua telapak kakinya. “Sesungguhnya saya mendapatkan bau surga di Uhud.” Ia telah terjun ke medan perang sebagai dan meninggal dalam keadaan syahid. Orang-orang kemudian datang utk mengenali jasadnya tetapi mereka kesulitan utk mengenalinya lantaran banyaknya luka dalam tubuhnya. Lebih dari 80 luka antara sabetan pedang tusukan anak panah dan lemparan tombak berkumpul dalam tubuhnya. Tanda-tanda utk mengenali jasadnya telah berubah krn dahsyatnya luka yg menimpa dirinya. Tatkala ia terkena lemparan tombak ia berkata “Laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah.” Sesungguhnya luka itu meskipun banyak dan dahsyat namun ia tidak merasakan rasa sakit ia tengah berada dalam rasa dingin dan damai. Kemudian datanglah saudara perempuan Anas utk mengenal jasadnya ia kemudian mengamati jasad yg mulia itu tetapi ia tidak dapat mengenalinya kecuali dgn jari-jari tangannya. Ia berkata “Sesungguhnya dia adl saudaraku namun siapakah yg telah mengirimkan jasad sang syahid? Sesungguhnya yg telah mengirimkan jasadnya adl para malaikat. Allah Azza wa Jalla berduka cita terhadap kaum mukminin dan Jibril membawa duka cita kepada mereka dan Nabi kita yg mulia mengumumkannya. Allah SWT berfirman “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yg menepati apa yg telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yg gugur. Dan di antara mereka ada yg menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah .” . Sesungguhnya kita membutuhkan kaum lelaki yg mengenal Allah. Manakala Shalahuddin al-Ayyubi terjun ke medan perang melawan tentara Eropa ia senantiasa mengerjakan salat sebelum subuh dan berdoa memohon kemenangan atas kaum mukminin. Ia berkata “Mintalah doa pada waktu sahur utk mengalahkan musuh-musuh Allah.” Suatu saat Shalahuddin duduk di antara para sahabatnya saat itu masjid Al-Aqsa masih dalam genggaman kaum salib. Ia duduk terdiam. Para sahabatnya lalu berkata kepadanya “Mengapa Anda tidak tersenyum wahai Shalahuddin? Ia berkata “Saya takut Allah melihat saya tersenyum sementara Masjidil Aqsa masih di tangan kaum salib.” Maasyiral muslimin rakhimakumullah!Sesungguhnya musuh-musuh Islam datang utk menghancurkan dan merusak. Sementara Islam datang utk membangun dan mengadakan kemakmuran. Para sahabat Rasulullah saw. tidak pernah berjalan dgn meraba-raba dalam kegelapan namun ia berjalan dalam garis yg jelas dan benar. Engkau wahai kaum muslimin janganlah putus asa dari rahmat Allah janganlah putus asa dari rahmat Allah karana kemenangan itu pasti akan datang. Allah SWT telah berfirman “Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yg beriman.” . “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yg menolong -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” . Sesungguhnya telah datAng waktu utk kembali kepada Allah Azza wa Jalla. Karena banyaknya dosa akan menyempitkan rezeki merusak akhlak menghilangkan perilaku dan mencabut rahmat dari dada para hamba. Hamba Allah jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu dan tolonglah Allah niscaya Allah akan menolong kalian. Ingatlah Allah niscaya Allah akan mengingat kalian dan bersyukurlah kepada Allah niscaya ia akan menambah kalian. Allah Akbar Allah akan memberikan pertolongan. Allah akan memberikan kemenangan. Allah akan menghinakan orang yg kafir dan memuliakan orang yg menolong kaum mukmin. Wallahu a’lam. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar