
SI KUTU dan KOREK API
BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !
Salam SUKSES SELALU dan TETAP SEMANGAT


By Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran
Sakinah Permata Hati 15 - Desember - 2004 04:14:57
Salah satu bekal yg penting diberikan para orang tua kepada anak-anak adl upaya menumbuhkan rasa optimis pada diri anak dlm menghadapi kehidupan yg sarat dgn problema. Cara terbaik utk mencapai hal tersebut adl dgn mengenalkan pada anak akan pertolongan Allah yg diberikan kepada tiap hamba-Nya yg beriman. Anak perlu dipahamkan bahwa bila Allah telah memberikan pertolongan-Nya mk permasalahan seberat apapun akan bisa diselesaikan.
Anak dgn segala keunikan yg ada pada pribadi tdk terlepas dari permasalahan baik berkenaan dgn diri tempat belajar ataupun orang2 di sekelilingnya. Begitu pun sisi berat ringan permasalahan yg dihadapi berbeda-beda antara satu anak dgn yg lainnya. tdk jarang dijumpai dlm keseharian anak-anak yg begitu penakut terhadap segala sesuatu yg tdk pantas dikhawatirkan. Semua itu terkadang membuat orang tua berkerut dahi dgn jalan apa kira mengatasi hal-hal semacam ini?
Jika demikian tentu sang anak membutuhkan bekal utk menghadapi tiap problema yg dihadapinya. Dia membutuhkan bimbingan agar senantiasa merasakan pengawasan Rabb- meminta hanya kepada-Nya disertai keyakinan yg kokoh terhadap ketetapan dan takdir-Nya.
Ketika itulah selayak orang tua melihat kembali bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanamkan optimisme dan kebesaran jiwa pada diri anak agar menghadapi gelombang kehidupan ini dgn keberanian dan penuh harapan hingga kelak mereka menjadi sesosok pribadi yg bermanfaat bagi umat ini. Beliau pesankan kepada putra paman Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma:
يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ. احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ. إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ. وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْئٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ. رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ. رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ.
وَفِي رِوَايَةِ غَيْرِ التِّرْمِذِي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ. تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ. وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ. وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنََّ الفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْرًا
“Wahai anak sesungguh aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau akan dapati Dia ada di hadapanmu. Apabila engkau meminta mintalah kepada Allah dan apabila engkau memohon pertolongan mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah seandai seluruh umat ini berkumpul utk memberikan manfaat kepadamu mereka tdk akan dapat memberikan kecuali apa yg telah Allah tetapkan bagimu. Dan seandai mereka berkumpul utk menimpakan mudharat kepadamu mereka tdk akan dapat menimpakan kecuali apa yg telah Allah tetapkan menimpamu. Telah diangkat pena dan telah kering lembaran-lembaran.” .1
Dan dlm riwayat selain At-Tirmidzi: “Jagalah Allah niscaya engkau akan dapati Dia di hadapanmu. Kenalilah Allah dlm keadaan lapang niscaya Dia akan mengenalimu dlm keadaan susah. Ketahuilah sesungguh apa yg ditetapkan luput darimu tdk akan menimpamu dan apa yg ditetapkan menimpamu tdk akan luput darimu. Ketahuilah pertolongan itu berrsama kesabaran kelapangan itu bersama kesusahan dan bersama kesulitan itu ada kemudahan.”
Inilah kalimat yg agung dan mulia dari lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seakan beliau mengatakan: Jagalah batasan-batasan dan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya juga dgn mempelajari agama-Nya hingga engkau dapat menunaikan ibadah dan muamalahmu. Jagalah semua itu niscaya Dia akan menjaga agama keluarga harta maupun dirimu krn Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan balasan kepada orang2 yg berbuat baik atas kebaikannya. Sementara balasan yg paling penting adl penjagaan-Nya terhadap agamamu serta menyelamatkan dirimu dari kesesatan.
Sebalik seseorang yg menelantarkan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala mk Allah Subhanahu wa Ta’ala pun akan menelantarkan diri dan dia tdk berhak mendapatkan penjagaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya:
وَلاَ تَكُوْنُوا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُوْنَ
“Dan janganlah kalian seperti orang2 yg melupakan Allah sehingga Allah jadikan mereka lupa pada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang2 yg fasik.”
Pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini juga memberikan pelajaran pada seorang anak utk meminta ataupun memohon pertolongan hanya kepada Allah semata tdk meminta kepada makhluk. Karena Dialah yg memiliki kerajaan langit dan bumi. Namun tdk terlarang utk meminta pertolongan kepada makhluk pada hal-hal yg mampu dia lakukan. Kalaupun dia harus meminta sesuatu atau mencari pertolongan kepada makhluk mk sesungguh makhluk itu hanyalah sebab dan Allahlah yg menciptakan sebab hingga kepada-Nyalah harus bersandar.
Demikian pula segala kebaikan yg diberikan dan bahaya yg ditimpakan oleh makhluk semua telah ditetapkan oleh Allah. Namun bukan berarti seseorang tdk diperkenankan utk menolak bahaya dari diri krn Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
“Dan balasan kejelekan itu adl kejelekan yg semisal.”
Oleh krn itu seorang hamba harus menggantungkan harapan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tdk berpaling sedikit pun kepada makhluk krn makhluk tdk memiliki kekuasaan sedikit pun utk memberi manfaat maupun menimpakan bahaya.
Begitu pun nasihat ini berisi anjuran utk menunaikan hak Allah di saat lapang sehat dan berkecukupan niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengenali ketika berada dlm kesusahan hingga Dia ringankan penderitaan menolong dan menghilangkan kesusahan itu.
Ditemui pula pengajaran pada sang anak bahwa apa pun yg ditetapkan akan menimpa tdk akan dapat ditolak. Dan apa pun yg tdk ditetapkan tdk akan bisa diraih krn Allah telah menetapkan semua itu.
Di dlm nasihat ini juga terdapat anjuran agar bersabar utk memperoleh pertolongan. Kesabaran ini mencakup sabar utk taat kepada Allah sabar dlm menjauhi maksiat kepada Allah dan sabar di atas ketetapan Allah yg ‘menyakitkan’ . Inilah kabar gembira bagi orang yg bersabar krn pertolongan akan mengiringi kesabaran. Inilah kabar gembira bahwa kelapangan itu mengiringi kesusahan. Hendak pula ketika ditimpa kesulitan seorang hamba bersandar diri kepada Allah dgn menanti-nantikan kemudahan dari Allah serta membenarkan janji Allah krn Allah telah mengatakan di dlm Kitab-Nya yg mulia:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Maka sesungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguh bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Dirangkum dari Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah2)
Di waktu yg lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan nasihat yg diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:
المُؤْمِنُ القَوِي خَيْْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ المُؤْمِنِِ الضَعِيْفِ. وَفِي كُلٍّ خَيْر.ٌ اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجِزْ. وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلاَ تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ. فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Seorang mukmin yg kuat lbh baik dan lbh dicintai oleh Allah daripada mukmin yg lemah dan pada masing-masing dari kedua ada kebaikan. Bersemangatlah utk melakukan apa yg bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Apabila engkau ditimpa sesuatu janganlah mengatakan ‘Seandai aku dulu melakukan begini dan begini’ namun katakanlah ‘Ini adl takdir Allah dan apa pun yg Allah kehendaki pasti Allah lakukan’ krn ucapan ‘seandainya’ itu membuka amalan setan.”
Yang dimaksud dgn kuat dlm ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini adl jiwa yg kokoh dan bersemangat terhadap perkara akhirat. Sehingga orang yg seperti ini menjadi orang yg paling pemberani terhadap musuh paling cepat bertolak ke medan jihad paling teguh dlm memerintahkan orang lain pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan bersabar dlm menempuh semua itu serta tabah dlm menempuh kesusahan krn mengharap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia pun menjadi orang yg paling senang menunaikan shalat puasa dzikir maupun seluruh ibadah bersemangat pula utk menjalankan dan menjaganya. Akan tetapi baik orang yg kuat maupun orang yg lemah memiliki kebaikan krn mereka sama-sama beriman juga krn ibadah yg dilakukan oleh orang yg lemah itu.
Dianjurkan pula oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam utk bersemangat dlm berbuat ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menginginkan apa yg ada di sisi-Nya serta memohon pertolongan kepada-Nya utk mendapatkan itu semua. Hendak seorang hamba tdk merasa lemah dan malas utk mencari amalan ketaatan dan memohon pertolongan dari-Nya.
Inilah yg semesti tergambar dlm sosok pribadi seorang anak. tdk ada salah bila suatu ketika orang tua menuturkan kisah-kisah dari Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang perjalanan hidup orang2 yg Allah Subhanahu wa Ta’ala beri kemuliaan yg sarat dgn optimisme dan keyakinan kepada Rabb-nya. Karena anak senang dgn cerita dan biasa berbekas dlm jiwanya. Salah satu dituturkan oleh Shuhaib bin Sinan radhiallahu ‘anhu3 dari apa yg disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Dulu hidup seorang raja yg memiliki seorang tukang sihir. Ketika usia tukang sihir itu telah menua ia berkata kepada sang raja “Sesungguh aku ini telah tua mk utuslah padaku seorang pemuda yg dapat kuajari sihir.” Lalu raja pun mengirim seorang pemuda utk diajari sihir. Di tengah jalan yg biasa dilalui pemuda itu menuju tukang sihir ada seorang rahib. Pemuda itu singgah duduk dan mendengarkan ucapan sang rahib. Dia pun merasa takjub. mk demikianlah bila dia mendatangi tukang sihir dia melewati rahib lalu duduk di hadapannya. Bila tiba di hadapan tukang sihir tukang sihir itu pun memukulnya. Dia adukan hal itu kepada rahib. Si rahib menjawab “Kalau engkau khawatir terhadap tukang sihir katakan pada ‘Keluargaku menahanku’ dan kalau engkau khawatir terhadap keluargamu katakan ‘Tukang sihir menahanku’.”
Demikian terus berlangsung sampai suatu saat muncul seekor binatang besar yg menghalangi jalan manusia. Pemuda itu berkata “Pada hari ini aku akan mengetahui apakah tukang sihir yg lbh utama ataukah rahib.” Lalu diambil sebuah batu sambil berkata “Ya Allah bila ajaran rahib lbh Engkau cintai daripada ajaran tukang sihir matikanlah binatang ini hingga manusia dapat lewat kembali.” Dilempar binatang itu hingga akhir mati dan orang2 pun dapat melewati jalan itu lagi.
Kemudian dia datang kepada rahib dan menceritakan apa yg terjadi. Mendengar itu rahib berkata “Wahai anakku sekarang engkau lbh utama daripadaku engkau telah mencapai kedudukan sebagaimana yg kulihat dan nanti engkau akan diuji. Jika engkau mendapatkan ujian jangan sekali-kali menunjuk padaku.”
Pemuda itu pun dapat mengobati orang yg buta sejak lahir orang yg berpenyakit sopak ataupun segala penyakit. Hal itu didengar oleh seorang pendamping raja yg buta. Dia pun mendatangi pemuda itu dgn membawa banyak hadiah lalu berkata “Semua yg di hadapanmu ini menjadi milikmu kalau engkau bisa menyembuhkanku.” Si pemuda menjawab “Aku tdk bisa menyembuhkan seorang pun yg menyembuhkan hanyalah Allah. Kalau engkau beriman kepada Allah aku akan berdoa agar Allah menyembuhkanmu.” Pendamping raja itu pun beriman dan Allah pun menyembuhkannya.
Pendamping raja itu kembali duduk di sisi raja sebagaimana biasanya. Sang raja berta “Siapa yg menyembuhkan penglihatanmu?” “Rabbku” jawab pendamping raja. “Apakah engkau punya rabb selain aku?” ta raja lagi. “Rabbku dan Rabbmu adl Allah” jawabnya.
Sang raja pun menangkap dan terus-menerus menyiksa sampai akhir pendamping raja itu menunjukkan si pemuda. Didatangkanlah pemuda itu dan dia mengatakan “Sesungguh aku tdk dapat menyembuhkan seorang pun yg menyembuhkan hanyalah Allah.” Mendengar itu raja segera menangkap dan terus-menerus menyiksa sampai pemuda itu menunjukkan si rahib. Didatangkan pula si rahib dan dikatakan pada “Keluar dari agamamu!” Rahib itu menolak. Raja meminta sebilah gergaji lalu digergajilah tepat di tengah-tengah kepala rahib hingga terbelah dua badannya. Kemudian didatangkan pendamping raja dan dikatakan pula “Keluar dari agamamu!” Akan tetapi dia menolak hingga digergaji tepat di tengah kepala sampai terbelah dua badannya.
Setelah itu didatangkan si pemuda dan dikatakan juga pada “Keluar dari agamamu!” Dia pun menolak hingga raja menyerahkan pada para pengawal “Bawa dia naik ke gunung. Kalau kalian telah sampai di puncak tawarkanlah kalau dia mau keluar dari agamanya. Kalau tdk lemparkan dia!” Mereka membawa pemuda itu naik ke gunung. Pemuda itu berdoa “Ya Allah selamatkanlah aku dari mereka dgn cara yg Engkau kehendaki.” Tiba-tiba gunung itu bergoncang dahsyat hingga para pengawal itu berjatuhan dari atas gunung. Pulanglah pemuda itu dgn berjalan kaki ke hadapan raja. Raja pun berta heran “Apa yg mereka lakukan?” Jawab pemuda itu “Allah menyelamatkanku dari mereka.”
Kemudian raja kembali menyerahkan pada pengawal “Bawalah dia dgn perahu hingga ke tengah lautan lalu tawarkan kalau dia mau keluar dari agamanya. Kalau tdk lemparkan dia ke lautan.” Mereka pun membawa ke tengah lautan. Pemuda itu lalu berdoa “Ya Allah selamatkan aku dari mereka dgn cara yg Engkau kehendaki.” Tiba-tiba perahu itu terbalik hingga para pengawal raja tenggelam. Pemuda itu pulang ke hadapan raja dgn berjalan kaki. Raja berta lagi “Apa yg mereka lakukan?” Pemuda itu menjawab “Allah menyelamatkanku dari mereka.”
Pemuda itu berkata lagi “Sesungguh engkau tdk akan dapat membunuhku sampai engkau laksanakan saranku.” “Apa itu?” ta raja. “Engkau kumpulkan manusia di sebuah tanah lapang dan engkau salib aku pada sebatang pohon. Lalu ambil sebuah anak panah dari tempat anak panahku dan letakkan di busur. Kemudian ucapkan ‘Dengan nama Allah Rabb pemuda ini’ lalu panahlah. Kalau engkau lakukan ini engkau akan bisa membunuhku.”
Raja segera mengumpulkan manusia di suatu tanah lapang dan menyalib pemuda itu pada sebatang pohon. Lalu diambil anak panah dari tempat kemudian diletakkan di busur sambil berkata “Dengan nama Allah Rabb pemuda ini.” Dilontarkan anak panah tepat mengenai dahi pemuda itu. Pemuda itu pun meletakkan tangan di dahi di tempat sasaran anak panah lalu meninggal.
Menyaksikan hal itu manusia pun berkata “Kami beriman kepada Rabb pemuda itu! Kami beriman kepada Rabb pemuda itu! Kami beriman kepada Rabb pemuda itu!”
Disampaikanlah kepada raja “Tidakkah engkau melihat apa yg engkau khawatirkan? Demi Allah sungguh telah terjadi apa yg engkau takutkan. Manusia telah beriman.” mk raja memerintahkan utk dibuat parit besar di tiap pintu kota dan dinyalakan api di dalamnya. Raja berkata “Barangsiapa yg tdk mau keluar dari agama lempar dan bakar dia di dalamnya!” Perintah itu pun segera dilaksanakan.
Suatu ketika datang seorang wanita membawa anak yg masih kecil. Dia merasa bimbang utk masuk ke dlm api. Tiba-tiba berucaplah sang anak “Bersabarlah wahai ibu sesungguh engkau di atas kebenaran.”
Inilah di antara banyak kisah yg memberikan gambaran tentang keadaan seorang mukmin yg senantiasa bersandar kepada Allah utk mendapatkan jalan keluar dari permasalahannya. Semogalah tuturan ini memberikan bekas kebaikan yg tertanam dlm jiwa anak-anak.
Wallahu a’lamu bish shawab.
1 Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dlm Shahih Sunan At-Tirmidzi 2/2043 dan Al-Misykat no. 5302.
2 Diambil dari www.binothaimeen.com
3 Diriwayatkan Al-Imam Muslim dlm Shahih no. 3005

Dalam perkembangan hidupnya manusia seringkali berhadapan dgn berbagai masalah yg berat utk diatasinya. Akibatnya timbullah kecemasan ketakutan dan ketidaktenangan bahkan tidak sedikit manusia yg akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yg semula dianggap tidak mungkin dilakukannya baik melakukan kejahatan terhadap orang lain seperti pembunuhan termasuk pembunuhan terhadap anggota keluarga sendiri maupun melakukan kejahatan terhadap diri sendiri seperti meminum minuman keras dan obat-obat terlarang hingga tindakan bunuh diri. Oleh krn itu ketenangan dan kedamaian jiwa sangat diperlukan dalam hidup ini yg terasa kian berat dihadapinya. Itu sebabnya tiap orang ingin memiliki ketenangan jiwa. Dengan jiwa yg tenang kehidupan ini dapat dijalani secara teratur dan benar sebagaimana yg dikehendaki Allah dan rasul-Nya. Untuk bisa menggapai ketenangan jiwa banyak orang yg mencapainya dgn cara-cara yg tidak islami sehingga bukan ketengan jiwa yg didapat te tapi malah membawa kesemrawutan dalam jiwanya itu. Untuk itu secara tersurat Alquran menyebutkan beberapa kiat praktis. 1. Dzikrullah Dzikir kepada Allah SWT merupakan kiat utk menggapai ketenangan jiwa yakni dzikir dalam arti selalu ingat kepada Allah dgn menghadirkan nama-Nya di dalam hati dan menyebut nama-Nya dalam berbagai kesempatan. Bila seseorang menyebut nama Allah memang ketenangan jiwa akan diperolehnya. Ketika berada dalam ketakutan lalu berdzikir dalam bentuk menyebut ta’awudz dia menjadi tenang. Ketika berbuat dosa lalu berdzikir dalam bentuk menyebut kalimat istighfar atau taubat dia menjadi tenang kembali krn merasa telah diampuni dosa-dosanya itu. Ketika mendapatkan keni’matan yg berlimpah lalu dia berdzikir dgn menyebut hamdalah maka dia akan meraih ketenangan krn dapat memanfaatkannya dgn baik dan begitulah seterusnya sehingga dgn dzikir ketenangan jiwa akan diperoleh seorang muslim. Allah SWT berfirman yg artinya ” orang-orang yg beriman dan hati mereka menjadi tentram dgn mengingat Allah. Ingatlah hanya dgn mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.”. Untuk mencapai ketenangan jiwa dzikir tidak hanya dilakukan dalam bentuk menyebut nama Allah tetapi juga dzikir dgn hati dan perbuatan. Karena itu seorang mukmin selalu berdzikir kepada Allah dalam berbagai kesempatan baik duduk berdiri maupun berbaring. 2. Yakin akan Pertolongan Allah Dalam hidup dan perjuangan seringkali banyak kendala tantangan dan hambatan yg harus dihadapi. Adanya hal-hal itu seringkali membuat manusia menjadi tidak tenang yg membawa pada perasaan takut yg selalu menghantuinya. Ketidaktenangan seperti ini seringkali membuat orang yg menjalani kehidupan menjadi berputus asa dan bagi yg berjuang menjadi takluk bahkan berkhianat.Oleh krn itu agar hati tetap tenang dalam perjuangan menegakkan agama Allah dan dalam menjalani kehidupan yg sesulit apa pun seorang muslim harus yakin dgn adanya pertolongan Allah dan dia juga harus yakin bahwa pertolongan Allah itu tidak hanya diberikan kepada orang-orang yg terdahulu tetapi juga utk orang sekarang dan pada masa mendatang Allah berfirman yg artinya “Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi mu dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” . Dengan memperhatikan betapa banyak bentuk pertolongan yg diberikan Allah kepada para nabi dan generasi sahabat di masa Rasulullah saw maka sekarang pun kita harus yakin akan kemungkinan memperoleh pertolongan Allah itu dan ini membuat kita menjadi tenang dalam hidup ini. Namun harus kita ingat bahwa pertolongan Allah itu seringkali baru datang apabila seorang muslim telah mencapai kesulitan yg sangat atau dipuncak kesulitan sehingga kalau diumpamakan seperti jalan maka jalan itu sudah buntu dan mentok. Dengan keyakinan seperti ini seorang muslim tidak akan pernah cemas dalam menghadapi kesulitan krn memang pada hakikatnya pertolongan Allah itu dekat. Allah berfirman yg artinya “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yg beriman “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” . 3. Memperhatikan Bukti Kekuasaan Allah Kecemasan dan ketidaktenangan jiwa adl krn manusia seringkali terlalu merasa yakin dgn kemampuan dirinya akibatnya kalau ternyata dia merasakan kelemahan pada dirinya dia menjadi takut dan tidak tenang tetapi kalau dia selalu memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah dia akan menjadi yakin sehingga membuat hatinya menjadi tentram hal ini krn dia sadari akan besarnya kekuasaan Allah yg tidak perlu dicemasi tetapi malah utk dikagumi. Allah berfirman yg artinya “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata ‘Ya Tuhanku perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati’. Allah berfirman ‘Belum yakinkah kamu?’. Ibrahim menjawab ‘Aku telah meyakininya akan tetapi agar hatiku tenang ‘. Allah berfirman ‘ ambillah empat ekor burung lalu cincanglah kemudian letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu satu bagian dari bagian-bagian itu kemudian panggillah mereka niscaya mereka datang kepadamu dgn segera’. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” . 4. Bersyukur Allah SWT memberikan keni’matan kepada kita dalam jumlah yg amat banyak. Keni’matan itu harus kita syukuri krn dgn bersyukur kepada Allah akan membuat hati menjadi tenang hal ini krn dgn bersyukur keni’matan itu akan bertambah banyak baik banyak dari segi jumlah ataupun minimal terasa banyaknya. Tetapi kalau tidak bersyukur keni’matan yg Allah berikan itu kita anggap sebagai sesuatu yg tidak ada artinya dan meskipun jumlahnya banyak kita merasakan sebagai sesuatu yg sedikit. Apabila manusia tidak bersyukur Allah memberikan azab yg membuat mereka menjadi tidak tenang Allah berfirman yg artinya “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan sebuah negeri yg dahulunya aman lagi tentram rezekinya melimpah ruah dari segenap tempat tetapi nya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah; krn itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yg selalu mereka perbuat.” . 5. Tilawah Tasmi’ dan Tadabbur Alquran Alquran adl kitab yg berisi sebaik-baik perkataan diturunkan pada bulan suci Ramadan yg penuh dgn keberkahan karenanya orang yg membaca mendengar bacaan dan mengkaji ayat-ayat suci Alquran niscaya menjadi tenang hatinya manakala dia betul-betul beriman kepada Allah SWT. Allah berfirman yg artinya “Allah telah menurunkan perkataan yg baik Alquran yg serupa lagi berulang-ulang gemetar karenanya kulit orang-orang yg takut kepada Tuhanya kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah dgn kitab itu Dia menunjuki siapa yg dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yg disesatkan Allah maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.” . Oleh krn itu sebagai mukmin interaksi kita dgn Alquran haruslah sebaik mungkin baik dalam bentuk membaca mendengar bacaan mengkaji maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Manakala interaksi kita terhadap Alquran sudah baik maka mendengar bacaan Alquran saja sudah membuat keimanan kita bertambah kuat yg berarti lbh dari sekedar ketenangan jiwa. Allah berfirman yg artinya “Sesungguhnya orang-orang yg beriman adl mereka yg apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” . Dengan berbekal jiwa yg tenang itulah seorang muslim akan mampu menjalani kehidupannya secara baik sebab baik dan tidak sesuatu yg seringkali berpangkal dari persoalan mental atau jiwa. Karena itu Allah SWT memanggil orang yg jiwanya tenang utk masuk ke dalam surga-Nya. Allah berfirman yg artinya “Hai jiwa yg tenang kembalilah kepada Tuhanmu dgn hati yg puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.”. Akhirnya menjadi tanggung jawab kita bersama utk memantapkan ketenangan dalam jiwa kita masing-masing sehingga kehidupan ini dapat kita jalani dgn sebaik-baiknya. Oleh Drs. H. Ahmad Yani Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
sumber file al_islam.chm
Maasyiral muslimin rahimakumullah!
Dalam sebuah hadis yg diriwayatkan oleh Bukhari disebutkan bahwa ketika meletus Perang Badar Rasulullah saw. berada dalam kubahnya dan berdoa “Ya Allah sesungguhnya saya mengingatkan janji-Mu ya Allah jika Engkau menghendaki niscaya Engkau tidak akan disembah setelah hari ini selama-lamanya.” Abu Bakar kemudian memegang tangan Rasulullah saw. dan berkata “Cukup Engkau ya Rasulullah Engkau telah mendesak Allah Engkau telah mendesak Rab saat itu Rasulullah saw. menggunakan baju besi. Kemudian beliau keluar dan membacakan ayat yg artinya ‘Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya hari kiamat itulah hari yg dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lbh dahsyat dan lbh pahit’.” .
Maasyiral muslimin rakhimakumullah!
Ingatlah sesungguhnya kekalahan itu tidak akan turun kepada orang-orang mukmin yg benar tetapi ia akan turun kepada orang yg menentang Allah dan sombong kepada-Nya. Kekalahan itu akan turun kepada orang-orang munafik yg memerangi Allah Tabaraka wa Taala. Ingatlah bahwa umat Islam tidak akan tinggi kecuali satu bendera yg ditulis kalimat Laa ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah. Meskipun peristiwa sebelum ataupun sesudah perang telah berubah ia tetap berpegang teguh kepada prinsip meskipun peristiwa telah berubah. Ingatlah bahwa kondisi kita pada hari ini tidak diridai Allah dan Rasul-Nya kita hampir tidak mempercayai bahwa kalau umat ini adl umat Muhamad. Apakah ini umat yg bertauhid? Apakah ini umat Islam? Bila engkau berkunjung ke makam Muhammad saw. dan engkau melihat tempat tinggal yg besar air matamu mengalir krn kewibawaan Rasululullah di antara dinding dan kamar-kamar. Maka katakanlah kepada Rasulullah “Wahai sebaik-baik utusan aku memberi tahu kepadamu akan kerugian yg tengah terjadi. Rakyatmu di timur dan barat bagaikan ashabul kahfi. Mereka memiliki keimanan serta dua cahaya Quran dan sunah maka bagaimanakah keadaaan mereka bila tidak ada cahaya?” Maasyiral muslimin rakhimakumullah!Seorang sahabat besar Anas bin Nadhr r.a. tengah bersiap-siap pergi menuju Perang Uhud. Di tengah perjalanan ia berjumpa dgn sahabat besar lainnya Sa’ad bin Mu’adz yg bertanya kepadanya “Hendak ke manakah engkau Anas? Ia berkata “Saya hendak ke Uhud sesungguhnya saya mencium bau surga ada di Uhud.” “Hendak ke Uhud sesungguhnya di sana saya mencium bau surga.” Sebuah pernyataan yg keluar dari hati yg dipenuhi dgn rasa cinta kepada Allah SWT. Dari hati yg mengenal Allah. “Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yg Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya yg bersikap lemah-lembut terhadap orang yg mukmin yg bersikap keras terhadap orang-orang kafir yg berjihad di jalan Allah dan yg tidak takut kepada celaan orang yg suka mencela. Itulah karunia Allah diberikan-Nya kepada siapa yg dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” . Hendak kemanakah engkau wahai Anas? Hendak ke Uhud sesungguhnya di sana saya mencium bau surga. Sebuah jiwa yg penuh dgn ketenangan dan kebenaran. Sesungguhnya Allah telah mengajari mereka utk menjadi yg terbesar dari peristiwa yg tengah terjadi meskipun kayu bakar terasa amat panas musibah dan kesulitan terasa begitu berat. “Jika kamu mendapat luka maka sesungguhnya kaum itu pun mendapat luka yg serupa. Dan masa itu Kami pergilirkan di antara manusia ; dan supaya Allah membedakan orang-orang yg beriman dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yg zalim dan agar Allah membersihkan orang-orang yg beriman dan membinasakan orang-orang yg kafir. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yg berjihad di antaramu dan belum nyata orang-orang yg sabar.” . Allah telah mengajari mereka agar menjadi yg terbesar dari hari-hari yg sulit. Sesungguhnya risalah Islam bukanlah sekadar kata-kata. Risalah Islam adl pendidikan pemusatan dan pengarahan. Bagaimana kita mendidik kaum lelaki bila kita lalai mendidik hati dan membangun jiwa? Untuk memasuki peperangan kita harus membangun hati kita. Dengarkanlah apa yg dikatakan Anas bin Nadhir r.a. Anas yg telah menorehkan sejarah dgn kedua lututnya dan meletakkan dunia di bawah kedua telapak kakinya. “Sesungguhnya saya mendapatkan bau surga di Uhud.” Ia telah terjun ke medan perang sebagai dan meninggal dalam keadaan syahid. Orang-orang kemudian datang utk mengenali jasadnya tetapi mereka kesulitan utk mengenalinya lantaran banyaknya luka dalam tubuhnya. Lebih dari 80 luka antara sabetan pedang tusukan anak panah dan lemparan tombak berkumpul dalam tubuhnya. Tanda-tanda utk mengenali jasadnya telah berubah krn dahsyatnya luka yg menimpa dirinya. Tatkala ia terkena lemparan tombak ia berkata “Laa ilaaha illallah Muhammad rasulullah.” Sesungguhnya luka itu meskipun banyak dan dahsyat namun ia tidak merasakan rasa sakit ia tengah berada dalam rasa dingin dan damai. Kemudian datanglah saudara perempuan Anas utk mengenal jasadnya ia kemudian mengamati jasad yg mulia itu tetapi ia tidak dapat mengenalinya kecuali dgn jari-jari tangannya. Ia berkata “Sesungguhnya dia adl saudaraku namun siapakah yg telah mengirimkan jasad sang syahid? Sesungguhnya yg telah mengirimkan jasadnya adl para malaikat. Allah Azza wa Jalla berduka cita terhadap kaum mukminin dan Jibril membawa duka cita kepada mereka dan Nabi kita yg mulia mengumumkannya. Allah SWT berfirman “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yg menepati apa yg telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yg gugur. Dan di antara mereka ada yg menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah .” . Sesungguhnya kita membutuhkan kaum lelaki yg mengenal Allah. Manakala Shalahuddin al-Ayyubi terjun ke medan perang melawan tentara Eropa ia senantiasa mengerjakan salat sebelum subuh dan berdoa memohon kemenangan atas kaum mukminin. Ia berkata “Mintalah doa pada waktu sahur utk mengalahkan musuh-musuh Allah.” Suatu saat Shalahuddin duduk di antara para sahabatnya saat itu masjid Al-Aqsa masih dalam genggaman kaum salib. Ia duduk terdiam. Para sahabatnya lalu berkata kepadanya “Mengapa Anda tidak tersenyum wahai Shalahuddin? Ia berkata “Saya takut Allah melihat saya tersenyum sementara Masjidil Aqsa masih di tangan kaum salib.” Maasyiral muslimin rakhimakumullah!Sesungguhnya musuh-musuh Islam datang utk menghancurkan dan merusak. Sementara Islam datang utk membangun dan mengadakan kemakmuran. Para sahabat Rasulullah saw. tidak pernah berjalan dgn meraba-raba dalam kegelapan namun ia berjalan dalam garis yg jelas dan benar. Engkau wahai kaum muslimin janganlah putus asa dari rahmat Allah janganlah putus asa dari rahmat Allah karana kemenangan itu pasti akan datang. Allah SWT telah berfirman “Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yg beriman.” . “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yg menolong -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” . Sesungguhnya telah datAng waktu utk kembali kepada Allah Azza wa Jalla. Karena banyaknya dosa akan menyempitkan rezeki merusak akhlak menghilangkan perilaku dan mencabut rahmat dari dada para hamba. Hamba Allah jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu dan tolonglah Allah niscaya Allah akan menolong kalian. Ingatlah Allah niscaya Allah akan mengingat kalian dan bersyukurlah kepada Allah niscaya ia akan menambah kalian. Allah Akbar Allah akan memberikan pertolongan. Allah akan memberikan kemenangan. Allah akan menghinakan orang yg kafir dan memuliakan orang yg menolong kaum mukmin. Wallahu a’lam. Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
sumber file al_islam.chm